Perjuangan Bapak Tua

teladan

Sebelum kejadian Bencana Gempa Bumi di Jogja, Bapak ini Pekerjaan hari-harinya menjaga Lalu-lintas didepan Pasar Bantul, namun pernah suatu ketika beliau berada di Pojok beteng Wetan dengan Pakaian lengkap layaknya Seorang anggota Lantas kepolisian, setelah Gempa terjadi tanggal 27 itu, tiba-tiba menghilang, Rekan Wartawan RBTV mencoba mencari Si Bapak dan salah satu Warga dekatnya mengatakan bahwa Bapak ini sudah meninggal dunia.

Satu yang dapat kita ambil Hikmah dari keteladanan Si Bapak, kecintaannya terhadap Profesi, walaupun tugas yang pasti terlihat hanyalah membantu Warga menyeberang jalan, namun Si Bapak ini secara tidak langsung sudah membantu Negara ini untuk lepas dari Multi Krisis, Krisis kepercayaan dan Krisis Pengorbanan untuk sesama.

Desember 28, 2006 at 9:21 pm Tinggalkan Komentar

Wajah Ganda Merapi

foto1.jpg

Diantara Keanggunan, gagah dan indahnya merapi menyimpan sejuta misteri yang memiliki Karakter berbeda dengan Gunung Berapi lainnya didunia, Merapi diakui sebagai Gunung Berapi teraktif didunia, Mungkin ada benarnya ucapan Mbah Marijan bahwa Merapi jangan dibilang bencana namun itu suatu Anugerah dari Tuhan YME,Tapi Kita juga perlu waspada Karena semua itu datangnya dari kehendak Tuhan dengan tanda-tanda menurut bahasa Alam. Pada saat merapi sedang beraktifitas mata seluruh dunia tertuju di jogja bagian Utara, Antara Pro dan Kontra serta isue-isue menjadi bahan pembicaraan yang misterius. Firman ALLAH dlm AL-Qur’an “AKU TANCAPKAN GUNUNG-GUNUNG DIANTARA KAMU, AGAR BUMI INI TIDAK BERGONCANG BERSAMAMU”.

fotow.jpg

Apakah Jepang setuju dengan Komitmen Mbah Marijan bahwa Merapi Itu suatu Anugerah bukan bencana, Otak Jepang mengatakan bahwa Merapi memiliki sumber Energi yg sangat berharga untuk tenaga listrik serta kebutuhan lain yang tak terbatas, jika Indonesia Paham dan tanggap akan sumber Alam ini ditinjau dari sisi Teknologi. Disaat Bantul dan jogja ditimpa Bencana Gempa Bumi, selang setelah itu merapi melimpahkan Material berupa Pasir ribuan kubik. Kita seharusnya mulai berfikir tentang Ilmu Akal dan mengakali karena semakin maju dunia ini kebutuhanpun semakin berkembang. Bersahabat dengan Alam, mencintai Alam, memelihara, namun bukan termasuk tidak peduli ataupun biarkan saja, karena Alam hidup bersama Kita.

Benar salahnya, Goal tidaknya, yg penting Kita berusaha……Sekeras apapun Kehidupan ini tapi Alam Lebih Keras mendidik dengan kasih sayang.

Upload videos at Bolt.


Dokumen MYP by Oyenk.

SALAM MENCARI TUJUAN BERFIKIR PROSES

Oktober 15, 2006 at 4:07 pm Tinggalkan Komentar

Bunga diatas Ilalang

Kota Surga dan Kota Neraka, Antara Surga dan Neraka memiliki jurang pemisah yang jauh, jurang itu sangat dalam dan bertebing curam.
Kota yang disebut dengan Surga dihuni oleh Para Malaikat beserta Bidadari yang Cantik aduhai alamak. Sedangkan Kota Neraka dihuni Oleh Setan-setan dan sebangsanya.
Nampaklah kota setan sangat ramai hiruk-pikuk aktifitas sehari-hari yang sangat gaduh, disetiap jalan nampak setan-setan bermain judi, adu Ayam, tebak togel dan lain sebagainya. Mereka semua penuh dengan tawa lebar tak berujung, dari yang muda sampai kakek dan nenek-nenek terkekeh jungkir balik nahan tawa lalu mati satu demi satu. Namanya juga setan, sama halnya dengan manusia, setanpun juga memiliki budaya belajar sampai ketingkat perguruan tinggi, dengan berbagai macam fakultas menurut jurusan keilmuan yang diambil siswa setan, baik itu Ilmu menipu berkedok agama sampai Ilmu meracik minuman beralkohol tingkat tinggi, Siswa setan belajar disembarang tempat tanpa beraturan termasuk buang air kecil tanpa permisi.
Bdepret, sebut saja nama seorang siswa setan yang sudah lama belajar namun tak kunjung juga mengerti dan paham dengan jurusan yang Ia ikuti, tak seperti teman-teman setan yang lain, Bdepret tidak pandai menggoda dan mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat,
Hari itu Bdepret menyendiri dibawah pohon tanpa daun, kemudian berfikir “Mengapa ya semua Ilmu disini sungguh sangat tidak Aku sukai, Kenapa tidak ada Ilmu yang baik diajarkan, Aaah aku akan mencari Ilmu di Kota lain saja, mungkin disana ada yang cocok sesuai hati dan pikiranku”, dengan berbekal niat dan keyakinan, Si Bdepret langsung mengembara mencari Ilmu kehendak dia, sepanjang perjalanan Bdepret hanya melihat rutinitas setan-setan lain yang serba amburadul tanpa tatanan yang benar.
Langkah kaki Si Bdepret terhenti disuatu tempat, Ia terhenyak kaget, barulah sadar bahwa perjalanan yang ditempuh telah sampai diujung Kota setan, ujung kota itu dibatasi oleh jurang yang sangat dalam dengan tebing vertikal, Pelan-pelan Bdepret menengok kedalam jurang yang ada didepan, ujung kota itu dibatasi oleh kabut yang tebal. kemudian Ia terduduk “Hi, apakah ini ujung dari dunia setan… lantas aku harus jalan kemana lagi?”. Anginpun bertiup dengan cepat, cuaca berubah menjadi cerah, kabut tebal yang menghalangi pandangan dibalik batas jurang berangsur menipis “Hee, ternyata ini bukan batas akhir dari perjalananku”, mata Si Bdepret samar melihat didepan nampak ujung suatu hamparan yg penuh dengan rumput ilalang hijau dengan beberapa pohon indah hijau daun yg sejuk, Lambat laun Pemandangan didepan semakin jelas kabut seketika menghilang.
Dari jauh Bdepret melihat sesosok Bidadari yang seksi melambaikan tangan kearahnya, “aahha, disana juga ada kehidupan, lantas siapa itu, apakah salahsatu Bidadari yg sering diceritakan nenek moyangku, lalu siapa yang Ia sapa dengan lambaian tangan, Huuh…mengapa aku pedulikan itu, aku ini setan, setan tak mungkin terlihat untuk diberi sapaan…Hmmm apakah dibelakangku ada malaikat yg menarik hati bidadari itu”, kemudian Bdepret menengok kebelakang, “mmm..tak ada apapun yg menarik dibelakangku, sepertinya aku yang harus membalas lambaian tangan itu, yahh siapa tau aku bisa mendapat petunjuk melalui bahasa isarat Bidadari itu, Hmm…tapi apakah itu benar-benar tangan yg sedang melambaikan, atau hanyalah selendang Bidadari yg tertiup angin terlihat seperti lambaian tangan, Aku balas saja”, Kemudian Si Bdepret membalas lambaian tangan Bidadari itu, Bidadaripun kemudian menari-nari dari kejauhan, “ya ampun benar-benar aku yg Ia maksudkan”, Bdepretpun melanjutkan bahasa-bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengannya, Bdepret susah untuk menari seperti diisyaratkan Bidadari itu, karena memang di Kota setan belum pernah diajarkan bahasa yang indah-indah seperti halnya menari.
Waktu demi waktu Bdepret belajar bahasa tarian yg diajarkan oleh Bidadari yang terlihat dari kejauhan, Bdepret akhirnya mendapat hal yang sungguh dianggap berharga, “Aku ingin pergi ketempat itu, sepertinya menyenangkan, apakah ini pelajaran yang selama ini aku cari…. Lalu bagaimana caranya untuk datang ketempat itu, sedangkan didepanku jurang, apa aku harus membangun jembatan terlebih dahulu…aahh sepertinya tak harus membangun jembatan, baiklah aku akan mencari cara menuju kesana tanpa membangun jembatan”.
Dari arah yang berlawanan Bidadari itu tersenyum, matanya berkedip-kedip melihat sosok Si Bdepret dari jauh, Bidadari bergumam “Mengapa Ia hanya duduk disana, kenapa tidak datang kemari saja yaa..Mmm apakah dia tidak bisa terbang”. Di Kota Surga Malaikat memiliki kemampuan untuk terbang sedangkan Bidadari memiliki kemampuan untuk membuat pelangi indah dengan bermacam warna sebagai jembatan bidadari untuk turun mandi kesungai, Bidadari kembali mengambil posisi gerakan “Aku akan memberi isyarat dengan tarianku lagi”. Mereka saling membalas, tak sadar mereka telah menjalin suatu ikatan yang baru, dari ujung-ujung ilalang dihamparan luas Bidadari berdiri bermunculan bunga-bunga yang indah dan harum, menambah suasana tariannya lebih Indah. Segera Bidadari berusaha membuat pelangi untuk melangkahkan kakinya menuju seberang hamparan gurun tempat sosok Bdepret berdiri, akan tetapi pelangi yg dibuat Bidadari tidak berhasil, pelangi itu tidak muncul karena kabut tipis disekitar jurang sudah menghilang, butiran airpun tidak mencukupi untuk membentuk pelangi sebagai jembatan. “Mengapa Pelangiku tidak dapat aku bentuk,….” Berusaha dan terus berusaha, namun pelangi itu tidak terbentuk. Kemudian bidadari itu menangis, “Dimana Warna-warni yang biasanya aku buat”. Terus menangis sampai tangisan itu terlihat oleh sosok Bdepret diujung yg lain. “Tidak, aku pasti bisa membuat pelangi…Aku pasti bisa, Aku akan berusaha terus membuat warna-warni pelangiku yg indah”. Tarian itu tidak terlihat lagi oleh sosok Bdepret, Bdepret bertanya-tanya mengapa, kemudian menundukkan kepala “Mengapa tarian itu terhenti, Hmm..apakah Ia capek”. Lalu Bidadaripun menjernihkan fikiran “aahaa… mengapa harus dengan pelangi yaa, Biasanya kan Malaikat-malaikat itu sering terbang ke seberang… aku akan ikut para Malaikat untuk terbang menuju kesana”.
Hari demi hari malaikat itu belum juga muncul untuk terbang keseberang melihat suasana Kota setan, Bidadari terus menunggu malaikat, sesekali tersenyum kemudian bersedih kembali. Sampai pada suatu ketika suara seruling merdu terdengar menandakan bahwa akan ada malaikat yang terbang menyeberangi jurang menuju Kota setan, hati Bidadari sangat gembira, memohon malaikat untuk membantu menyeberangi jurang, malaikat itupun mengajak Sang bidadari menuju ke Kota setan, selendang Bidadari ditariknya oleh malaikat, malaikat itu berpesan “Berhati-hatilah kamu karena kita akan terbang, pegang kuat-kuat selendang kamu, Aku akan menarik terbang keatas”, Kemudian mereka terbang menuju kota setan, tak sabar hati Bidadari berharap cepat sampai diujung kota setan itu, berharap melebarkan selendang bersama menari dengan tarian yg lebih indah. Jarakpun semakin dekat, sosok Bdepret semakin nampak jelas, sekejab meraka sudah diatas melihat sosok Bdepret dengan jelas. Bidadari itu bersedih kembali dan kemudian mengurungkan niatnya menari, dan kembali lagi ke Kota surga…….semakin lenyap Bidadari itu dari pandangan mata Sosok Bdepret.
Nampak Bdepret heran “mengapa dia bersedih kembali, ada apa dengan tarian diatas yg tiba-tiba terhenti”. Terus bertanya-tanya dihati Bdepret, kesimpulan-kesimpulan itu muncul dengan beribu-ribu pertanyaan “Apakah karena aku kelihatan memiliki tanduk, ataukah karena ekor dibelakangku ini yang membuat takut, tapi aku hanya tidak ingin Bidadari itu bersedih, aku masih ingin berbagi dengannya, dengan tarian-tarian yg indah, hanya menari saja”. Kemudian sosok setan yg berwarna merah itu lesu tertunduk melihat buku yg sudah Ia tuliskan, Ia menaruh buku itu diatas akar pohon yang munyembul keluar “Aku sudah menulis, menemukan cara tanpa membangun jembatan itu, aku akan meninggalkan buku ini, mungkin kelak suatu saat buku ini dapat aku baca kembali, hanya membaca dan tak harus aku membangun rajutan tali dari kulit akar pohon sebagai pemantul anak panah, untuk melompat keujung ilalang bunga itu.
Bdepret kembali menuju pusat kota setan, sesampainya dirumah, Bdepretpun terus berfikir dan merenung, melihat akan hal itu Kakek Bdepret menghampiri lamunan cucunya tercinta. “ada apa dengan patung yang berwujud setan ini”, celoteh Kakek setan. Bdepret menjawab “Aku tidak tau kek, dan aku tidak bisa mema’afkan diriku sendiri kek !”. Kakek setan menjawab “kekekeeekk… coba kamu lihat diluar itu, mereka banyak yang berlajar menakuti manusia, kenapa kamu tidak ikut ?”, Bdepret mengerutkan keningnya “Aku tidak mau seperti mereka Kek, mereka suka menggoda manusia”. Kakek merangkul sosok Bdepret “Mereka itu memang terlihat menggoda dan menakuti manusia, namun Manusia sendirilah yang akan memutuskan, jadi… manusia itu sama seperti kita ini, carilah maksud dari Pelajaran yang ada disekitar kita, Kalo kamu hanya melihat dan berfikir negatif, yaa tentu yg kamu dapatkan tidak benar”, kemudian kakek meninggalkan Bdepret dengan terkekeh-kekeh. “Tapi kek, aku tidak harus memetik bunga juga kan”. Kakek menghentikan langkahnya “kekekeekk…kamu ini, di kota setan tidak ada bunga, kalo mau bunga carilah ditempat lain, berusahalah untuk menanam rumput yang berbunga, lalu petiklah bunga itu”.
Bdepret menunduk “Iya kek, aku mengerti, aku hanya ingin bunga-bunga ditamanku mekar dengan kumbang-kumbang, tanpa aku ganggu keceriaan bunga dan kumbang itu”. Raut muka Bdepret kembali tersenyum ceria kemudian berlari keluar rumah menuju riuh riangnya kesibukan setan.

My diary sort pad, capture 2005-2006

Oktober 10, 2006 at 6:11 pm Tinggalkan Komentar


Kategori

Kalender

Mei 2012
R K J S M S S
« Des    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Jumlah Pengunjung

  • 1,349

Komentar Terakhir


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.